Memang kehadiran mobil Suzuki Ertiga untuk menandingi mobil MPV seperti Avanza dan Xenia yang sudah mengaspal lebih dahulu. Namun meski kalah start Ertiga ternyata banyak menarik peminat MPV. Hal ini ditandai dengan pangsa pasarnya yang mulai mengelembung.
Keberhasilan ini tak luput dari desainnya yang memang sporty, bila dilihat Ertiga terkesan kayak Mitsubishi Pajero yang sporty. Dengan moncong depan yang lebih lancip dipadu bagian belakang yang lebih gede dan sedikit terangkat. Memang tidak ada kesamaan di desain, namun kesan yang ditangkap Ertiga tampak sporty, ini yang bikin banyak yang menyukainya.
Demikian pula dengan performa Ertiga, memang sangat handal menyamai Avanza-Xenia. Mesin 1400 CC memang masih kalah dengan Avanza yang 1500 CC, namun menyaingi Avanza yang level pemula. Ini memang strategi pabrikan Suzuki dalam merebut pasar MPV, tidak frontal tapi memberi variasi di MPV yang sudah ada.
Memang kehadiran Ertiga seakan mengisi kekurangan yang dimiliki Avanza. Sebenarnya tidak ada yang kurang dengan Avanza, namun selera orang beragam. Beberapa menangkap Ertiga lebih sporty desainnya, lebih nyaman buat keluaraga. Meskipun sebenarnya spesifikasinya hampir sama dengan Avanza.
Mulai dari system suspensi Ertiga sama dengan Avanza, menggunakan McPherson di roda depan dan Torsion Beam di roda belakang. Kedua suspensi ini memang sangat handal dalam mengatasi jalanan yang kurang rata maupun jalanan tak beraspal yang sering terjadi di jalanan yang dilewati. Ini memungkinkan meminimalkan getaran sehinggi bikin nyaman berkendara.
Demikian juga dengan Sistem pengereman pada Ertiga sama dengan Avanza, memiliki cakram berventilasi di roda depan dan rem tromol di roda belakang. Ini seakan menwarkan fitur keselamatan yang memang sudah standar. Inipun juga dilengkapi teknologi di system pengereman yang handal untuk keselamatan berkendara.
Memang hampir semua MPV memiliki kesamaan, hanya beda-beda dikit di beberapa fitur yang dijejalkan. Ini biasanya menyangkut spesifikasi pada interior mobil yang berbeda dengan MPV lainnya. Memang ditujukan untuk kenyamanan berkendara dan memuaskan pengguna MPV tersebut.
Saat rilis Ertiga memang menonjolkan kemampuan AC yang memang sangat dingin. Hal ini wajar karena dobel blower jelas bisa merangkum semua sisi dalam mobil. Hanya memang akan membebani penggunaan bahan bakar, ini wajar terjadi pada semua jenis mobil. Juga performa mobil akan terpengaruh secara jelas saat menggunakan AC secara penuh.
Memang menjadi resiko dari sebuah kenyamanan, namun tidak untuk fitur keselamatan. Ertiga nampaknya tidak main-main, ada tujuh set belt yang dipasang di jajaran jok mobil. Demikian pula dengan dual airbag dibagian jok depan mobil, ini sudah menjadi standar dalam keamanan berkendara. Memang bila melihat Ertiga mobil ini lebih sporty bila dibandingkan low MPV di kelasnya.